Ketika aku tersadar semuanya telah berubah, umurku tak muda lagi (hahahah), sangat sulit dibayangkan. Namun ini adalah nikmat yang diberikan kan NYA,, dimana aku masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup dan semoga detik demi detiknya bermakna.
Kamis, 03 Mei 2012
Rabu, 02 Mei 2012
Man jadda wajada
Banyak motivasi
yang dapat saya kutip tentang kesuksesan dalam buku ini, dan ini hanya
beberapa:
- sukses adalah pilihan
- Sukses adalah ketika orang mampu mewujudkan apa yang ia iginkaannya
- Kerja keras tidak bisa diraih dengan berleha-leha dan bermalas-malasan,
- kerja cerdas adalah berfikir kreatif dan inovatif, agar kerja keras yang kita lakukan membut produktivitas kita lebih meningka
- tidak ada kompromi apapun, bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui kerja keras
- Kunci utama dari kesuksesan manusia adalah cara dia mengelola pikirannya
- Akal adalah panglima yang menentukan baik buruk seseorang
- Hidup manusia adalh perjuangan untuk emenangkanpertarungan suci antara akal pikiran yang sehat dengan hawa nafsu yang dimilikinya
- Hati dan pikran yg bersih akan menjadi awal yang baik bagi terbntuknya iklim dan lingkungan yg positi
- Jangan pernah menyerah , karena akan selalu ada harapan
- Tidak ada satu pun alasan bagi kita untuk bersikap pesimis dinia ini.
Senin, 16 April 2012
"Do’s & Don’s"
Do’s :
- secepatnya konsul dan Acc KTI
-belajar persiapan uji kopetensi
-ganti puasa ramdhan secepatya
-selesaikan semua tugas yang ada
Don’s :
-banyak ngemil dimalam hari
-boros
-terlalu banyak menonton film
-melalaikan waktu shalat
- tidur terlalu larut
Jumat, 13 April 2012
“Queen ASOKA ”
dulu
sebelum masuk ke Asoka, bayangan yang menyeramkan selalu terlintas, bahwa akan
ada hal menyeramkan di kamar baru ini. Awalnya banyak yang menolak dan ingin
bertukar kamar, tapi undian kamar, nomer bed telah disahkan, dan tidak ada
tawar-menawar untuk bertukaran.
“jangan
menilai sesuatu dari covernya aja” hahahhah… covernya memang menyeramkan,
mungkin juga karena pengaruh kenangan yang tidak mengenakkan disini, waktu
masih menjadi junior dulu, yang membuat banyak hati menolak ‘Asoka’.
Well…..
tidak seburuk yang dibayangkan, memang banyak hal ganjil hari pertama dan
kedua, maklumlah masa penyambutan yang hangat dari para petua, tapi setelah
itu.. kamar ini menjadi kamar kelas VIP no 1 di ASPI, kenapa begitu?, pertama : tersedia 2 kamar mandi kapasitas 3 orang (dan terbesar di ASPI), kedua: air berlimpah (walaupun dikamar
mandi lainya air sering macet, di asoka airnya jalan terus.. non STOP), ketiga: ada 6 wc, keempat: kipas angin turbo, mmmh.. sejuk, sampe-sampe
masuk angin kelima: jauh dari pusat
keramaian (tenang banget) keenam: kamar
paling terluas diseluruh ASPI, ketujuh:
mau ngeprint/beli pulsa, beli farfum, serta mau jajan/cemilan juga tersedia dan
kedelapan: dibelakang kamar terdapat
buah mangga yang selalu berbuah. Pokokke enak banget….
Selain
fasilitas kamar no 1, anak-anak asoka juga HEBOH semua, kadang-kadang ada
perselisihan tapi itulah hidup bersama, “gag ada keributan kan gag ada kenangan”, iya gag ???????... kami
menyebut diri kami : “Queen Asoka”
(PARTY QUEEEN ASOKA)
(bersih-bersih siap party)
(PARTY QUEEEN ASOKA)
(persiapan bakar-bakar ala ASOKA)
(Balanjuang bareng Queen Asok..)
Members Queen Asoka:
Paud(sri mayenti), tuyul(yuliana putri, Oncel(winda S),oppay(vovi
dwilia afnan), oche(yose anggriyola), mela kasra(mela PH), goddok(yessi Fren.
S), tonk-genk(genni sintia pratiwi), iefhay,
bebeb(vitria sandi), jieng matang(engli nova), meme(mela PP), sister amak(rika
Oktavia), chie wit(deswita adiyeti), incim(iryeni), mbake(siti karimah), abang(astute),
anjang(nova silvia bukhari), chimpoy(gusdya gustin), iil(ilma yeni), serlox(serli
anggraini), dan ike(sintike lenni).
“Serunai dua”
Waktunya
berpisah dengan “kamar dewi”, (disini memang tempatnya para dewi-dewi), Yang
tidak merasakan tinggal di dewi pasti sangat merugi. Perjalanan selanjutnya
menuju ‘seruani dua’ (serda)…bisa
dibilang serda ini kamar yang sangat cinta damai. Tidak ada keributan,
perdebatan, kehilangan, atau konflik-konfik yang besar "kami sangat rukun".
“Asrama= Kamar dewi“
Semuanya
berawal disini, kehidupan Asrama yang penuh dengan peraturan, kedisplinan,
etika, senioritas, apel, Korve, kekangan,
kedongkolan, persaingan, permusuhan, dan
masi banyak lagi hal yang tidak mengenakkan terjadi disini
“awal yang sulit memang” untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru, lingkungan baru, teman baru, kamar baru, bet baru dan semua hal yang berbau baru, ‘Semua tersa asing’ untukku. (Pada saat itu aku jadi rindu keluarga, mama+papa+adikku yang berada jauh di wamena).

Memang
awal yang berat namun, disinilah kedewasaan
diri terbentuk, loyalitas tercipta, kekorsaan terbangun, persahabatan terjalin,
dan dibalik kisah pahit itu tercipta kisah manis, yang takan pernah tergantikan
dengan apapun. Kami memang kurang
mendapat kebebasan seperti kebanyakan orang di luar sana, hidup kami memang
selalu dipenuhi apel dan korvei yang terkadang membuat kami dongkol tetapi….
Kami punya semangat dan meyakini semua akan indah pada waktunya, itulah yang
membuat kami bisa bertahan. “Gempa Kedua”
Kabarnya
akan ada gempa susulan, jadi semua warga asoka sudah mengepakkan barang2
kedalam tas masing-masing. Setelah gempa pertama itu semuanya panic, sebagian
ada yang menelpon sudara, ada yang mandi
dan ada juga yang nongkrong di TV untuk memastikan aman atau tidaknya keadaan
hari itu.
Aku
sudah selesai mandi, karena rasanya keadaan aman-aman saja, aku keluarkan
lectop dan menonton “Echelon Conspiracy” bersama teman-teman lainya di bet
mela. 48 menit berlalu menonton,
tiba-tiba gempanya datang lagi, membuat kami di dalam kamar berhamburan
keluar. Saat itu ada yang bersiap untuk mandi, dan ada juga yang sedang mandi.
keaadaan menjadi semakin panik, karena memang trauma masa lalu saat kejadian gempa 2009, masih belum bisa dilupakan. setelah gempa berhenti, kami dipersiapkan untuk Apel gabungan, akhirnya kami bisa sedikit tenang dengan informasi yang diberikan, karena gempanya tidak berpotensi tsunami. ya Allah, lindungilah kami dari mara bahaya..
“Gempa Permata” (aku kira mimpi)
Kak Fhay bangun” ?
fay bangun,,,,!!!” ?
Gempa, banguun lagii.
Suara
winda dan yessy membangunkan aku, (sumpah !! kepala ini masi pusing).
Cepat-cepat aku turun dari bet atas dan
keluar ke halaman kamar asoka. Semua anak-anak asoka sudah berkumpul di sana
(kecuali yang apat dinas, dan yang pergi pesiar), sambil memperhatikan atap,
pintu dan apa saja yang bisa menjadi tanda kalau gempanya belum berhenti.
Anehnya
aku tidak merasa goyangannya sama sekali walupun sekeliling sudah berayun-ayun,
kemudian terdengar suara azhan ashar dan setelah azhan akhirnya gempa berhenti
dan kami para warga asoka kebali masuk kamar.
Sore: 11-04-2012
Langganan:
Postingan (Atom)